Pembukaan Konfrensi wilayah ke 5 NU provinsi Bali

Kegiatan konferensi wilayah ke 5 Nahdlatul Ulama Provinsi Bali dengan tema meningkatkan khidmah Nhadhliyah untuk Indonesia Berbudaya dan Bermatabat,

Peringatan hari buruh sedunia tanggal 1 Mei 2010

Kegiatan hari buruh sedunia yang jatuh hari ini tanggal 1 Mei 2010 di Bali berlangsung secara damai dengan kegiatan berupa unjuk rasa meliputi:

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pages

Jumat, 26 Maret 2010

Dharma Santhi di Jayasabha

Melalui Dharma Wecana Santhi Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1932 Kita Tingkatkan Persaudaraan, Srada Bhakti menuju Bali Santhi Sekala Niskala, demikian tema yang diangkat dalam Darma Santhi yang mengambil tempat di Jaya Sabha ( rumah jabatan Gubernur Bali ), pada hari Sabtu, 27 Maret 2010 dimulai pukul 09.30 Wita s/d 10.00 Wita, dengan peserta sebanyak 700 orang terdiri dari Muspidab Bali, para buapti sebali, para konsulat / perwakilan negara luar, para sulinggih se Bali, para pimpinanan lintas agama, pimpinan partai, media massa dan masyarakat Bali, dalam sambutannya ketua PHDI Bali I Gst Ngr Sudiana mengatakan agar Bali Damai dalam dunia, bagaimana meningkatkan persaudaraan, persaudaraan tersebut penting sehingga segala permasalahan dapat dipecahkan dengan damai, kapan persaudaraan pecah maka saat itulah muncul perseteruan, konsep hidup menurut Hindu dari yang Hening mencapai yang ketenangan, kapan rakyat dan pimpinanya berpikir hening maka saat itu negara menjadi raharja. melalui Nyepi mengarahkan hidup manusia menjadi hening. Secara Universal ada 5 hal yang harus dimiliki oleh sebuah negara yaitu:
1. Lahir orang suci,
2. Lahir Dermawan,
3. Lahir orang Kesehatan,
4. Lahir pemimpin bermartabat,
5. Lahir ahli lingkungan sehingga bumi ini bersih.
kegiatan diakhiri dengan para undangan berjabatan tangan dengan Gubernur Bali.

Jumat, 19 Maret 2010

Unras

Kamis, 11 Maret 2010

Aksi Unras dari para sopir yang tergabung dalam Paguyuban jasa wisata Bali Taxi

Pada hari Kamis tanggal 10 Maret 2010 sekitar pukul 11.00 Wita bertempat kantor DPRD Bali telah berlangsung aksi Unras yang dilakukan oleh Paguyuban jasa wisata Bali Taxi dengan korlap I Gst Oka Sukranita, peserta berjumlah sekitar 500 orang, dengan tuntutan agar Pemda Bali membatalkan ijin yang telah diterbitkan kepada PT Bali Taxi yang saat ini dipergunakan oleh Bluebird sesuai dengan janji para wakil rakyat, dalam aksi tsb digelar pamlet yang bertuliskan :
1. I Love Local Taxi Usir Bluebird dari Bali.
2. 8luebird killing balmes people
3. Hidup kami tidak tenang selama moral pejabat masih anarkis, alias bobrok, memberdayakan pengusaha kecil hanya omong kosong.
4. Stop izin terlalu banyak Taxi.
Aksi diterima oleh I Made Arjaya, dalam tanggapanya ia mengatakan Sampai saat ini tidak ada satu helai lembar kertas ijin Bluebird, namun ijinnya Praja Bali Tranportation, rekomendasi DPRD Bali yaitu:
1.Tegakan kepmen mentri no 35
2.Penunggakan ijin prinsiip dr Gub
Bali 600 akan ditunda
3.Operator yang telah memiliki ijin
prinsip dlm pelaksanaanya harus
sepengatahuan paguyuban.
Aksi diarahkan oleh bapak Karisubali untuk bersama sama dengan anggota dewan menuju ke kantor Gubernur Bali, aksi di DPRD Bali berakhir pukul 11.40 Wita, selanjutnya aksi Unras dilanjutkan dikantor Gubernur Bali.

Pada hari Kamis tanggal 10 Maret 2010 pukul 11.43 Wita bertempat di kantor Gubernur Bali telah berlangsung Unras dari Paguyuban jasa Wisata Taxi Bali, tuntutan dari pengunjuk rasa menuntut ijin yang dikeluarkan Pemda Bali sebayak 250 unit kepada Blubird dibatalkan. Korlap aksi tsb I Gst Oka Sukranita, aksi di kantor Gubernur bali hanya melakukan orasi, dalam orasinya menuntut kepada Pemda Bali mencabut izin terbaru dari Blubird sebanyak 250 unit, perwakilan sopir yang didampingi oleh anggota DPRD dari komisi 1, I Made Arjaya dan Karisubali. Perwakilan diterima oleh sekda Bali Drs. I Nyoman Nesa,MSi dengan hasil setiap pembahasan menyangkut angkutan wisata perwakilan paguyuban akan dilibatkan, kemudian pertemuan tadi belum mencapai keputusan namun telah terbuka lebar kesepakatan antara Pemda, DPRD dan paguyuban Jasa Wisata Bali Taxi dan mulai berlaku 22 Maret 2010 yaitu :
1. Tegakan kepmen Hub No.35
2. Menunda ijin ops 600 ijin prinsip yang dikeluarkan
3. Ijin ops hrs mendapat persetujuan dari peguyuban jasa wisata bali taxi
4. Melibatkan paguyuban jasa wisata 8ali dalam setiap pembahasanKegiatan berakhir pukul 14.45 Wta, situasi berlangsung aman dan tertib,

Selasa, 12 Januari 2010

Cita Citaku sebagai Perawat

Pengabdian yang sangat mulia dibumi pertiwi ini dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat adalah Perawat, dalam program praktek klinik keperawatan, PSIK Fakultas Kedokteran Unud melakukan kegiatan di RSUP Sanglah, target yang diharapkan setelah melalui program ini diharapkan mahasiswa memiliki Skill dan kemampuan praktek Keperawatan sehingga Pasien dapat cepat sembuh. Sebenarnya banyak hal positif yang dapat diberikan oleh mahsiswa praktek Kliniik Keperawatan dari PSIK Unud, namun perjuangan belum berakhir, semoga pengabdianmu terus berlanjut dengan tujuan yang mulia, selamat berjuang dan terus belajar

N a f a s


MATERI PENYULUHAN TEKNIK NAFAS DALAM
disajikan oleh
Dyah, Mahasiswa PSIK Fak Kedokteran Unud

I. NYERI
Nyeri merupakan tanda peringatan bahwa terjadi kerusakan jaringan, yang menjadi pertimbangan utama keperawatan saat mengkaji nyeri.
A. Pengertian Nyeri
Nyeri adalah segala sesuatu yang dikatakan sesorang tentang nyeri tersebut dan terjadi kapan saja sesorang mengatakan bahwa ia sedang merasa nyeri (Potter & Perry, 2005).
Nyeri merupakan suatu kondisi yang lebih dari sekedar sensai tunggal yang disebabkan oleh stimulus tertentu. Nyeri bersifat subjektif dan sangat bersifat individual. Stimulus nyeri dapat berupa stimulus yang bersifat fisik atau mental, sedangkan kerusakan dapat terjadi pada jaringan atau pada fungsi ego seseorang individu. Nyeri tidak dapat diukur secara objektif, seperti dengan menggunakan sinar X atau pemeriksaan darah.

B. Fisiologi Nyeri
Nyeri merupakan reaksi fisik, emosi, dan perilaku. Cara yang paling baik untuk memahami pengalaman nyeri, untuk membantu menjelaskan tiga komponen fisiologis nyeri yakni : resepsi, persepsi, dan reaksi. Stimulus penghasil nyeri mengirimkan impuls melalui serabut saraf perifer. Serabut nyeri memasuki medulla spinalis dan menjalani salah satu dari beberapa rute saraf dan akhirnya sampai didalam masa berwarna abu-abu di medulla spinalis. Terdapat pesan nyeri dapat berinteraksi dengan sel-sel saraf inhibitor, mencegah stimulus nyeri sehingga tidak mencapai otak atau ditransmisi tanpa hambatan ke korteks serebral. Sekali stimulus nyeri mencapai korteks serebral, maka otak menginterpretasi kualitas nyeri dan memproses informasi tentang pengalaman pengetahuan yang lalu secara asosiasi kebudayaan dalam upaya mempersepsikan nyeri.

C. Klasifikasi Nyeri
1) Superfisial atau Kutaneus (Nyeri akibat stimulasi kulit)
Dengan karakteristik nyeri berlangsung sebentar dan terlokalisasi. Nyeri biasanya dirasakan sebagai sensasi yang tajam. Contohnya jarum suntik, luka potong kecil/laserasi.
2) Viseral Dalam
Adalah nyeri akibat stimulus organ - organ internal. Nyeri bersifat difus dan menyebar ke beberapa arah. Durasi berfariasi tetapi biasanya berlangsung lebih lama dari pada nyeri superficial. Nyeri dapat terasa tajam, tumpul, atau unik tergantung organ yang terlibat. Contohnya adalah : sensasi pukul (Crushing), sensasi terbakar.
3) Nyeri Alih
Merupakan fenomena umum dari nyeri visceral karena banyak organ tidak memiliki reseptor nyeri. Jalan masuk neuron sensori dari organ yang terkena ke dalam segmen medulla spinalis sebagai neuron tempat asal nyeri dirasakan.
Nyeri terasa di bagian tubuh yang terpisah dari sumber nyeri dan dapat tersa dengan berbagai karakteristik.
Contohnya : Infark Miokard yang menyebabkan nyeri alih ke rahang, lengan kiri dan bahu kiri.
4) Radiasi
Sensasi nyeri meluas dari bagian tubuh yang cedera ke bagian tubuh lain.
Karakteristik : nyeri terasa seakan menyebar ke bagian tubuh bawah atau sepanjang bagian tubuh. Nyeri dapat intermiten aatu konstan.
Contoh : Nyeri punggung bagian bawah akibat diskus intravertebralis yang rupture disertai nyeri yang meradiasi sepanjang tungkai dari iritasi saraf skiatik.


II. NAFAS DALAM
A. Pengertian Nafas Dalam
Latihan nafas dalam adalah bernapas dengan perlahan dan menggunakan diafragma, sehingga memungkinkan abdomen terangkat perlahan dan dada mengembang penuh (Parsudi, dkk, 2002).
Pernafasan merupakan kagiatan bernafas dimana kegiatan tersebut mencakup pengambilan oksigen dan pengeluaran karbondioksida.

B. Tujuan Latihan Nafas Dalam
Tujuan nafas dalam adalah untuk mencapai ventilasi yang lebih terkontrol dan efisien serta untuk mengurangi kerja bernafas, meningkatkan inflasi alveolar maksimal, meningkatkan relaksasi otot, menghilangkan ansietas, menyingkirkan pola aktifitas otot-otot pernafasan yang tidak berguna dan tidak terkoordinasi, melambatkan frekuensi pernafasan,dan mengurangi udara yang terperangkap serta mengurangi kerja bernafas (Smeltzer, S. C, 2002).
Untuk mengatasi nyeri, dapat mendeteksi pola nafas efektif atau tidak efektif,
Dapat mengetahui ada/tidaknya kerusakan pada pertukaran gas (bila ada secret dan lain-lain), menghindari resiko terhadap sesak nafas.

C. Prosedur Kerja Latihan Nafas Dalam
Tehnik nafas dalam yang dilakukan pada penderita tuberkulosis ini adalah dengan cara sebagai berikut :
1) Atur posisi penderita dengan posisi duduk di tempat tidur atau dikursi.

2) Letakkan satu tangan penderita di atas abdomen (tepat di bawah iga) dan tangan lainnya pada tengah-tengah dada untuk merasakan gerakan dada dan abdomen saat bernafas.
3) Tarik nafas dalam melalui hidung selama 4 detik sampai dada dan abdomen terasa terangkat maksimal, jaga mulut tetap tertutup selama inspirasi, tahan nafas selama 2 detik.
4) Hembuskan nafas melalui bibir yang dirapatkan dan sedikit terbuka sambil mengencangkan (mengkontraksi) otot-otot abdomen dalam 4 detik.
5) Lakukan pengulangan selama 1 menit dengan jeda 2 detik setiap pengulangan, ikuti dengan periode istirahat 2 menit. Lakukan dalam lima siklus selama 15 menit.

DAFTAR PUSTAKA
Perry & Potter. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses Dan Praktik. Volume 2. Jakarta : EGC
Smeltzer, S. C. 2002. Keperawatan Medikal Bedah. Volume 2. Jakarta: EGC

Minggu, 10 Januari 2010

Kegiatan Mahasiswa study Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Unud di RSUP Sanglah